Macam – Macam Ikan Cupang Hias

Sesuai dengan namanya,cupang hias yang bernama latin Betta splendens ini diikutkan pada setiap kontes.Pada dasarnya,cupang hias ini merupakan persilangan antara berbagai spesies cupang alam.Anak cupang hasil silangan tersebut di silangkan kembali sehingga didapatkan strain-strain cupang dengan warna tubuh bervariasi serta bentuk sirip yang menawan. Berikut beberapa jenis ikan cupang hias yang popular di kalangan peternak dan penggemar (hobiis)cupang hias.

Comb Tail (sisir, serit tunggal)

combtail1.jpg

Comb tail atau cupang sisir merupakan sebutan untuk cupang yang memiliki sirip berbentuk sisir. Cupang ini pun biasa di sebut dengan julukan cupang serit. Cupang sisir mempunyai serit yang sangat kecil di ujung ray(sungut)sehingga terlihat bergerigi dan disebut juga dengan cupang serit tunggal.

Oleh International Betta Congress(IBC), comb tail disebut juga sebagai fringe finned betta. Hanya saja,IBC tidak memasukan comb tail yang digunakan untuk menyebutkan cupang berserit dua atau lebih. Cupang serit tunggal tetap di sebut comb tail meskipun siripnya panjang dengan tambahan nama extended di belakangnya. Cupang serit dikatakan crown tail jika memiliki dua tulang serit yang memanjang.

Crown Tail (serit ganda)

crowntailmale.jpg

Crown tail merupakan cupang hias silangan asli Indonesia. Bentuk sirip cupang ini sangat khas, yaitu tulang ekornya terlihat panjang dan kuat. Sekilas, sirip tipe ini terlihat seperti layar yang sobek. Awal kemunculan cupang serit terjadi pada tahun 1998 dan menjadi booming pada tahun 2000. Di awal kemunculannya, banyak pihak yang skeptis karena tipe cupang tersebut relatif baru dan hanya di anggap sebagai penyimpangan semata. Oleh sebab itu, cupang serit di jadikan sebagai “warga kelas dua”dalam dunia kontes cupang. Seiring berjalannya waktu,banyak peternak yang tergila-gila untuk memperbanyak cupang serit.Akhirnya,keberadaan cupang serit pun diakui oleh International Betta Congress (IBC).

Seekor cupang dikatakan masuk dalam jenis crown tail jika memiliki dua atau lebih tulang serit. Dewasa ini,perkembangan cupang serit ini sudah semakin jauh. Hal tersebut terlihat dari jumlah tulang serit yang tidak hanya dua, tetapi empat(double-double ray)dan delapan. Tidak hanya berdasarkan jumlah tulang serit, perbedaan juga di tunjukan dengan adanya selaput di antara tulang serit. Oleh sebab itu,crown tail memiliki tipe balon dan tipe balok. Tipe balon di tunjukan dengan adanya selaput ekor yang menggelembung di antara tulang sirip yang menyerupai balon. Ada tidaknya selaput lebar yang menggelembung baru dapat di ketahui ketika cupang sudah dewasa.

Tipe balok di tandai dengan adanya selaput di anatara tulang sirip yang berpasangan. Sementara di antara tulang sirip yang tidak berpasangan tidak berselaput sehingga serit tampak lebar di ujung nya, menyerupai balok.

Dunia crown tail semakin marak dengan hadirnya cupang serit menyilang dengan julukan king crown tail. Berbeda dengan cupang serit lainnya, king crown tail memiliki pasangan tulang serit yang menyilang sehingga ujung tulang serit bertemu dengan ujung tulang pasangan serit lainnya.Dengan begitu, tak berlebihan jika cupang ini disebut rajanya cupang berekor mahkota.Namun,munculnya king crown tail baru di duga sebagai kelainan genetic semata.Hal tersebut terbukti dari hasil king crown tail yang diternakan tidak menghasilkan keturunan yang serupa.Oleh sebabkelangkannya tersebut, cupang ini banyak di jadikan maskot oleh peternak dan penggemar cupang.

Halfmoon (separuh bulan)

orangeoverhalfmoon.jpg
img:ebetta

Pada awalnya, halfmoon merupakan cupang hasil silangan pternak di Amerika Serikat. Cupang yang di hasilkan ini memiliki sirip yang lebar dan bentuk sirip ekornya menyerupai setengah lingkaran,yaitu 180’. Selain bentuk siripnya yang indah, gerakan yang anggun dari halfmoon juga menjadi daya pikat tersendiri.

Selanjutnya, cupang tersebut di kembang biakan di Perancis. Seperti halnya cupang serit, masyarakat kontes cupang international IBC masih belum dapat mengakui kehadiran cupang ini. Kebanyakan juri masih belum bisa memberi kemenangan kepada halfmoon meskipun memiliki segudang keistimewaan. Halfmoon pun menjadi “warga kelas dua”.

Berbeda penerimaan IBC, berbeda pula penerimaan dari masyarakat secara individual.Sejak di pertontonkan di konvensi-konvensi IBC di Albama, banyak peternak cupang yang menaruh perhatian besar. Hal ini ditunjukan dengan menyebarnya halfmoon ke kawasan Eropa lainnya,misalnya Switzerland. Selanjutnya, setelah berusaha keras membuat galur resmi halfmoon,para peternak dari Amerika Serikat, Perancis dan swiss itu pun membentuk organisasi baru yang bernama Global Halfmoon Betta Club untuk mewadahi kontes cupang halfmoon dari berbagai dunia.

Hingga kini, halfmoon menyebar dengan baik ke Asia Tenggara sejak peternak dari Thailand turun tangan untuk mengembangkannya. Di habitat tropis Thailand, ikan cupang ini pun berkembang pesat dan banyak di ternakan karena memiliki nilai jual yang relative tinggi.
.

Double Tail (cagak)

blackmelanodoubletailbe.jpg
img:ebetta

Sebutan double tail (cagak) diberikan kepada ikan yang memiliki sirip ekor sebanyak dua buah. Akibatnya, ikan ini seperti memiliki sirip ekor yang terbelah sehingga di sebut juga dengan istilah “fin split”. Setiap sirip ekor (belahan) memiliki ukuran yang sama lebar dan sama besar. Diduga,cupang cagak merupakan mutan dari halfmoon yang memiliki satu sirip ekor.

Selain memiliki sirip ekor yang terbelah, keistimewaan lain dari cupang ini yaitu memiliki pangkal sirip punggung dan sirip anal yang sama panjang. Cupang cagak yag baik tidak memiliki jarak atau spasi di antara ke tiga siripnya (sirip anal, sirip kaudal, dan sirip dorsal). Jika mengembang sempurna, keseluruhan sirip tersebut akan bembuat satu kesatuan berupa lingkaran utuh yang simetris.

Pengembangan cupang cagak ini masih relative susah di temukan. Hal tersebut di karenakan rendahnya tingkat keberhasilan mencetak cupang cagak yang sempurna. Oleh sebab itu,kelas double tail tidak selalu di selenggarakan oleh panitia kontes karena keterbatasan jumlah peserta.

Plakat (ekor pendek)

palakat.jpg

Asal-usul cupang ini berasal dari cupang alam dan cupang aduan. Namun,jenis sengaja di kembangkan khusus untuk kontes hias yang terfokus pada keindahan warna dan bentuk sisiknya. Nama plakat sendiri berasal dari bahasa Thai, yaitu “plakad”, yang digunakan untuk menyebut cupang aduan. Dalam dunia percupangan, nama plakat di gunakan untuk membedakan cupang dengan ekor pendek yang digunakan untuk kontes dan cupang yang digunakn untuk aduan. Dalam perkembangannya, cupang plakat pun di kawinkandengan jenis cupang lain seperti halfmoon dan double tail.Hasilnya, diperoleh cupang plakat dengan bentuk sirip yang bervariasi. Perkawinan antara cupang plakat dan halfmoon menghasilkan cupang plakat dengan ekor pendek memmbundar (setengah lingkaran) dengan sokongan lebih banyak tulang ekor. hal ini berbeda dengan cupang plakat biasa (tradisional) yang hanya di sokong oleh dua tulang ekor. Adapun silangan antara plakat dan double tail menghasilkan cupang plakat yang memiliki sirip punggung yang tinggi dan lebar.

Oleh sebab keindahannya, cupang plakat simetris hasil perkawinan antara plakat dan doule tail di kelompokan dalam kelas tersendiri oleh International Betta Congress (IBC). Dengan begitu ,kelasnya berbeda dengan kelas plakat halfmoon dan plakat biasa.

Selain ketiga jenis plakat tersebut,terdapat pula satu kelas khusus,yaitu kelas plakat raksasa. Pengembangan plakat raksasa ini di lakukan dengan melakukan perkawinan antara cupang plakat dengan cupang alam yang panjang tubuhnya mencapai 10 – 12 cm. Pengembangan plakat raksasa juga di sinyalir menggunakan hormon pertumbuhan yang di campurkan ke dalam pakan.Saat di perkenalkan pertama kali, cupang raksasa ini di bandrol dengan harga yang sangat tinggi,yaitu sekitar US$1.000 atau sekitar Rp.10 juta!

Giant

ginatcomper.jpg
100% Giant betta compared to a normal sized betta plakat. (Photo courtesy of Thai Giant Betta)

Kelompok cupang hias yang satu ini sebenarnya merupakan jenis yang di sebutkan sebelumnya. Namun,sesuai dengan namanya, ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari sejenisnya.

Sebagai contoh, giant bicolor. Ini merupakan kelompok plakat yang panjang tubuhnya mampu menembus angka 12cm. Di beberapa kontespun, cupang giant telah di kelompokan dalam kelas tersendiri.

Awalnya giant betta ini dikembangkan sebagai cupang plakat untuk mendapatkan ukuran besar melalui persilangan dengan cupang alam berukuran 10-12 cm (dari ujung mulut hingg ujung ekor) atau dua kali lebih besar dari ukuran cupang plakat biasa.

Cupang plakat yang berukuran raksasa mulai dikembangkan oleh peternak Thailand sejak tahun 2000-an awal. Disinyalir cupang plakat raksasa dihasilkan pula dengan cara pemberian hormon pertumbuhan pada pakannya. Harga cupang raksasa ini masih sangat tinggi